Berita Detail

MN KAHMI Jangan Sentralistik, Distribusikan Hewan Qurban Kepada MW dan MD KAHMI Agar Lebih Bermanfaat Nyata untuk Masyarakat

Oleh: Zuli Hendriyanto

Momentum kegiatan penyembelihan dan distribusi hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H. Tahun 2026 seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan yang berhenti pada dokumentasi dan simbolitas organisasi.

Jika Majelis Nasional KAHMI (MN KAHMI) benar-benar ingin menghadirkan manfaat sosial yang luas, maka pola distribusi hewan qurban perlu diubah secara mendasar, jangan terpusat di elit, tetapi didistribusikan secara merata kepada Majelis Wilayah KAHMI (MW KAHMI) dan Majelis Daerah KAHMI (MD KAHMI) khususnya di Jakarta dan sekitarnya, agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat yang berhak menerima qurban.

Selama ini, publik sering melihat organisasi besar terjebak dalam pola kegiatan yang seremonial, eksklusif, dan terlalu berputar di lingkaran pusat. Hewan qurban dikumpulkan atas nama solidaritas umat, tetapi distribusinya justru sering tidak menyentuh basis kader dan masyarakat yang paling membutuhkan. Akibatnya, qurban kehilangan ruh perjuangan sosialnya dan berubah menjadi sekadar agenda tahunan elite organisasi.

MN KAHMI harus berani meninggalkan pola sentralistik

Jika seluruh hewan qurban hanya dipusatkan di satu lokasi atau dikelola terbatas oleh pusat, maka yang lahir hanyalah keramaian sesaat, bukan dampak sosial yang luas. Padahal MW dan MD KAHMI di Jakarta dan sekitarnya jauh lebih memahami kondisi masyarakat di lapangan, lebih tahu mana anak yatim yang belum tersentuh, mana kawasan padat miskin yang jarang mendapat distribusi daging qurban, dan mana kader yang hidup dalam kesulitan ekonomi namun selama ini tidak pernah diperhatikan organisasi.

Distribusi langsung hewan qurban kepada MW dan MD KAHMI bukan hanya soal teknis pembagian hewan, tetapi soal keberpihakan organisasi kepada akar rumput.

Lebih dari itu, pola distribusi yang merata akan memperkuat konsolidasi organisasi. MW dan MD KAHMI akan merasa dihargai, diberdayakan, dan dipercaya. Selama ini banyak struktur daerah hanya dijadikan pelengkap administratif tanpa mendapatkan dukungan nyata dari pusat. Akibatnya, organisasi tampak besar di atas kertas tetapi lemah dalam gerakan sosial di bawah.

MN KAHMI jangan hanya kuat dalam forum diskusi dan pernyataan ekonomi dan politik. Organisasi ini harus mampu menunjukkan keberpihakan konkret kepada umat melalui program yang langsung dirasakan masyarakat.

Sebagai contoh, MW KAHMI JAYA sudah pernah melaksanakan Pelatihan Juru Sembelih Halal Hewan Qurban, Peserta Pelatihan sekitar 80 orang pada 8 Juni 2024 yang dilaksanakan di Sekretariat.  Seharusnya Para Juru Sembelih Halal Hewan yang sudah mengikuti Pelatihan bisa diberdayakan dalam kegiatan MN KAHMI, tapi sampai sekarang belum ada yang diberdayakan oleh MN KAHMI.

Qurban adalah momentum terbaik untuk membuktikan

Bayangkan jika MW dan MD KAHMI di Jakarta dan sekitarnya menerima distribusi hewan qurban dari MN KAHMI. Maka manfaatnya akan berlipat:

1. Masyarakat yang belum mampu lebih banyak terbantu

2. Kader di tingkat bawah lebih aktif terlibat dalam kegiatan bersama Masyarakat

3. Nama baik organisasi KAHMI membantu Masyarakat lebih meningkat

4. Jaringan sosial KAHMI semakin hidup ditengah Masyarakat

5. Semangat gotong royong KAHMI tumbuh nyata

Hal ini jauh lebih bermakna dibanding memusatkan seluruh kegiatan hanya demi pencitraan seremoni.

Sudah saatnya MN KAHMI membangun model distribusi qurban yang transparan, terukur, dan berbasis kebutuhan wilayah dan daerah. MN KAHMI bisa membuat persyaratan distribusi dan harus merata. data penerima harus jelas, dan pelibatan MW serta MD KAHMI harus menjadi prioritas utama.

Organisasi modern tidak hanya bicara kebangsaan dan keumatan, tetapi juga harus mampu menghadirkan keadilan distribusi secara nyata.

Karena hakikat qurban bukan tentang siapa yang paling terlihat berqurban, melainkan siapa yang paling banyak merasakan manfaatnya. Semoga Ibadah qurban diterima Allah SWT dan lebih bermanfaat nyata untuk Masyarakat. (*) Yakusa !!


Jakarta, 8 Mei 2026

Baca Juga : KAHMI Trisakti Tegaskan: Buruh Kuat, Ekonomi Hebat, Indonesia Maju!