Halal Bihalal Majelis Rayon KAHMI UNKRIS Buka Lembaran Baru Penuh Syukur di Jakarta
Jakarta, Kahmijaya.com - Majelis Rayon Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) menggelar acara Halal Bihalal bertajuk "Membuka Lembaran Baru Mengharapkan Ridho Allah SWT Dengan Hati yang Bersih dan Penuh Syukur".
Kegiatan Halal Bihalal ini berlangsung meriah pada Minggu 5 April 2026, Pukul 12.00 - 15.00 WIB. di HNI Plaza, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Acara yang dihadiri Keluarga Besar Alumni HMI UNKRIS tersebut menjadi momentum silaturahmi Idul Fitri, yang dipimpin Koordinator Presidium Majelis Rayon KAHMI UNKRIS, Dr. Hermanto Tanjung yang juga pernah menjadi Anggota DPR RI tiga periode (2010-2024) bersama Sekretaris Majelis Rayon, Ali F. Andri, SE.
Sambutan, ramah tamah, mengisi rangkaian acara halal bihalal ini, dimulai dari Sambutan Koordinator Presidium MR KAHMI UNKRIS Dr. Hermanto Tanjung, Ketua Umum MW KAHMI JAYA, M. Ichwan Ridwan, dan Tausiyah Idul Fitri yang disampaikan Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D. Figur berpengalaman ini pernah menjabat sebagai Kepala BKKBN (2013-2015), Wakil Menteri Pendidikan Nasional (2010-2011), dan Dirjen Dikti (2007-2010).
Dr. Hermanto Tanjung dalam sambutannya menyampaikan, acara ini bukan hanya sekedar silaturahmi saling memaafkan, tapi juga ditengah Indonesia dihadapkan pada kondisi sosial politik ekonomi dalam negeri dan geopolitik global yang patut bagi bangsa Indonesia prihatin serta Presiden Prabowo mengambil langkah tegas, tepat dan strategis.
Dalam keterangan rilisnya mengatakan, bahwa kondisi demokrasi dan hak bersuara rakyat masih mendapatkan tekanan kekuasaan dan kekerasan terhadap aktivis hak asasi manusia yang melibatkan aparat yang mestinya tidak terjadi karena hak tersebut di atur dalam konsitusi NRI 1945.
Sementara kondisi ekonomi nasional mendapatkan tekanan ekonomi global, tersendatnya distribusi energi minyak dan gas bumi akibat perang berkecamuk di timur tengah dan nilai kurs rupiah terus melorot akibat nilai tukar dollar yang menguat dapat berdampak membengkaknya hutang negara, dalam hal ini pemerintah mesti melakukan kebijakan proteksi ekonomi domestik dan menciptakan kemandirian ekonomi nasional untuk mengurangi ketergantungan produk impor baik produk pangan maupun industri.
Geopolitik global yang tak menentu akibat perang Amerika dan Israel menyerang Iran tanpa mandat PBB telah mengakibatkan jatuhnya korban manusia yang tak berdosa, menghancurkan infrastruktur sipil dan sumber kehidupan. Perang tanpa mandat tersebut meminta negara-negara dunia dan PBB serta negara-negara OKI bersatu dan mengutuk tindakan brutal Amerika dan Israel. Meminta Pemerintah Makamah Internasional ICJ untuk mengadili Netanyahu dan Donald Trump yang telah memulai perang secara sepihak yang telah mengakibatkan bencana kemanusiaan. Segera mendeklarasikan negara Palestina merdeka dan berdaulat.
Mendukung pemerintah Republik Indonesia untuk meminta pertanggungjawaban dan melakukan investigasi yang mendalam terhadap tentara IDF Israel atas gugurnya prajurit Indonesia yang bertugas sebagai pasukan perdamaian UNIFIL oleh Dewan Keamanan PBB. Dengan kondisi geopolitik global yang tak menentu dan perilaku Presiden Donald Trump yang tidak konsisten yang berdampak pada kondisi tak menguntungkan bagi Indonesia dalam diplomasi global, patut bagi bangsa Indonesia prihatin serta meminta Presiden Prabowo mengambil langkah mempertimbangkan bagi Indonesia keluar dari BoP.
Kehadiran MW KAHMI JAYA semakin memperkaya suasana Halal Bihalal ini. Hadir Ketua Umum M. Ichwan Ridwan (Boim), Ketua Bidang PAO Imam Sofwan, Wakil Sekretaris Zuli Hendriyanto, beserta pengurus, serta Bendum MD KAHMI Jakarta Timur, Ahmad Satiri dan jajarannya, dan Alumni HMI lainnya, menciptakan nuansa kebersamaan yang hangat penuh kebahagiaan.
Acara Halal Bihalal ditutup dengan doa bersama. Besar harapan, merawat silaturahmi terus terjaga dengan baik, dan semoga kesehatan, kebahagiaan, keberkahan menyertai setiap langkah HMI dan KAHMI. Mohon Maaf Lahir Batin. Yakin Usaha Sampai - Yakusa.
Baca Juga : Politik Anggaran Kita: Efisiensi Atau Ilusi