Berita Detail

KAHMI Warning! Mudik 2026 Bisa Picu Tekanan Besar pada BBM dan Transportasi

Jakarta, Kahmijaya.com - Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mengingatkan potensi tekanan besar terhadap sistem transportasi dan energi nasional seiring lonjakan jumlah pemudik pada Idulfitri 1447 H/2026 yang diproyeksikan mencapai 143,9 juta orang.

Pengurus Majelis Nasional KAHMI, Azhar Adam, menegaskan bahwa skala mobilitas tahun ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ujian serius bagi kesiapan infrastruktur transportasi dan ketahanan energi nasional.

“Dengan pergerakan lebih dari 140 juta orang, ini bukan situasi biasa. Sistem transportasi dan distribusi energi akan menghadapi tekanan tinggi, sehingga seluruh pihak harus berada dalam kondisi siaga penuh,” tegas Azhar Adam, Senin (16/3).

Data Kementerian Perhubungan menunjukkan kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama, dengan lebih dari 76 juta pemudik menggunakan mobil. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kepadatan di jalur darat sekaligus mendorong lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan 7.885 SPBU, 6.662 agen LPG, serta jaringan Pertashop. Di wilayah Jawa bagian barat saja, pasokan energi disiapkan untuk melayani sekitar 3,6 juta kendaraan yang akan menuju Sumatera melalui Banten.

KAHMI menilai kesiapan ini penting, namun tetap membutuhkan pengawasan dan koordinasi lintas sektor agar distribusi energi tidak mengalami gangguan, terutama pada puncak arus mudik.

“BBM bukan hanya soal kendaraan pribadi, tetapi juga menyangkut logistik, angkutan umum, kapal, hingga penerbangan. Gangguan kecil saja bisa berdampak sistemik,” ujarnya.

Bayang-bayang Geopolitik Global

Di sisi lain, KAHMI juga menyoroti risiko eksternal yang tidak bisa diabaikan, yakni dinamika geopolitik global. Ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak dunia, khususnya di Selat Hormuz yang menopang sekitar 20 persen perdagangan minyak global.

Sejumlah lembaga energi internasional memperkirakan potensi gangguan pasokan minyak hingga 8 juta barel per hari, yang sempat mendorong harga minyak dunia melampaui 100 dolar AS per barel.

Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi energi nasional dalam keadaan aman dengan peningkatan cadangan BBM sekitar 12 persen di atas konsumsi normal.

Azhar Adam menegaskan bahwa kondisi global tersebut harus menjadi pengingat pentingnya memperkuat ketahanan energi nasional, terutama dalam menghadapi momentum krusial seperti mudik Lebaran.

“Ini bukan hanya soal mudik, tetapi tentang bagaimana negara memastikan stabilitas di tengah tekanan global,” tegasnya.

KAHMI juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan secara matang serta mempertimbangkan penggunaan transportasi publik guna mengurangi beban lalu lintas.

“Jika semua pihak bergerak bersama pemerintah, operator, dan masyarakat mudik 2026 bukan hanya bisa lancar, tapi juga menjadi bukti kesiapan sistem nasional kita,” tutupnya. (*)

Baca Juga : Politik Anggaran Kita: Efisiensi Atau Ilusi