VIP Room Istiqlal Jadi Saksi: HIPKA Siapkan Ekosistem Haji Terintegrasi
Jakarta, kahmijaya.com - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI menggelar kegiatan Ramadhan Business Talk & Buka Bersama 1447 H pada Rabu (25/2/2026) di VIP Room Masjid Istiqlal, Jakarta.
Mengangkat tema “Spirit Ramadhan Menghadirkan Peran Pengusaha HIPKA dalam Penguatan Ekosistem Bisnis Haji dan Umrah”, acara ini berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa. Forum tersebut dihadiri sejumlah pejabat kementerian, BUMN, serta pelaku industri strategis yang terkait dengan sektor haji dan umrah.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Wakil Menteri Agama RI H. R. Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri, Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim, Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah Ismed Saputra, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Eddy Abdurrachman, serta Ketua Panitia yang juga Wakil Ketua Umum BPP HIPKA Ajib Hamdani.
Dalam sambutannya, Ketua Umum BPP HIPKA H. Kamrussamad, PhD, menyampaikan sejarah berdirinya HIPKA sebagai wadah pengusaha alumni KAHMI untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional. Ia menegaskan komitmen HIPKA dalam membuka peluang usaha strategis, termasuk pada sektor haji dan umrah.
Menurutnya, ekosistem bisnis haji tidak terbatas pada penyelenggaraan perjalanan ibadah semata, tetapi juga mencakup sektor transportasi udara, logistik, pembiayaan, investasi, perdagangan, hingga industri pendukung lainnya. Momentum Ramadhan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
Melalui forum ini, BPP HIPKA menegaskan peran pengusaha sebagai bagian dari solusi nasional dalam mendukung tata kelola dan penguatan ekonomi berbasis layanan haji dan umrah. Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dalam suasana silaturahmi antara pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi guna memperkuat ekosistem bisnis haji yang berkelanjutan dan profesional. (AN)
Baca Juga : Politik Anggaran Kita: Efisiensi Atau Ilusi