Berita Detail

Solidaritas Kemanusiaan! KAHMI dan PMI Jakut Gelar Donor Darah, Sunatan Massal hingga Galang Dana untuk Sumatera

Jakarta, Kahmijaya .com – Semangat solidaritas dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan melalui kolaborasi Lazis KAHMI, Pelita 16, Yayasan Masjid Al Mukarroma Koja, dan Perkumpulan 3084 bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara. Kolaborasi tersebut diwujudkan dalam kegiatan donor darah, sunatan massal, serta penggalangan dana bantuan untuk Sumatera.

Kegiatan kemanusiaan ini digelar di halaman Kantor PMI Kota Jakarta Utara, Sabtu (20/12/2025), dan diikuti oleh masyarakat dengan antusias tinggi.

Sekretaris PMI Kota Jakarta Utara, Ramdansyah Bakir, menyambut positif sinergi lintas lembaga tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan sosial tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen yang terlibat. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat dan sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang diusung PMI,” ujar Ramdansyah.

Sementara itu, Zulkifli, yang mewakili Lazis KAHMI Nasional, berharap kegiatan tersebut mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar serta menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan, baik bagi warga Jakarta Utara maupun saudara-saudara kita di Sumatera yang membutuhkan bantuan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Umum KAHMI Jakarta Raya (KAHMI JAYA), M. Ichwan Ridwan, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan sosial dan kemanusiaan berbasis kolaborasi.

Selain pelayanan donor darah dan sunatan massal, panitia juga membuka penggalangan dana yang ditujukan untuk membantu masyarakat di Sumatera yang tengah menghadapi berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.

Kolaborasi ini menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, dan institusi kemanusiaan dalam memperkuat solidaritas sosial serta kehadiran negara di tengah masyarakat.

Baca Juga : Politik Anggaran Kita: Efisiensi Atau Ilusi