Pemerintah Diminta Tindaklanjuti Komitmen Presiden Prabowo Kirim 20.000 Personel TNI ke Palestina
Jakarta, Kahmijaya.com — Seruan agar Pemerintah Indonesia menindaklanjuti komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mengirim 20.000 personel TNI ke Palestina sebagai pasukan penjaga dan penyangga perdamaian kembali disuarakan. Langkah ini dinilai bukan sekadar simbol diplomasi, tetapi bentuk nyata kepedulian Indonesia terhadap kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Menurut Dr. H. Hermanto Tanjung, SE., MM, mantan anggota DPR RI yang juga Koordinator Presidium KAHMI Universitas Krisnadwipayana Jakarta, situasi di Gaza telah memasuki fase paling memprihatinkan dalam dua tahun terakhir. Ribuan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas akibat serangan militer Israel yang terus berlangsung tanpa henti.
“Agresi Israel telah melampaui batas kemanusiaan. Rumah sakit, tempat ibadah, kawasan pengungsian, bahkan sumber air bersih telah dihancurkan. Dunia tidak bisa terus diam,” tegasnya.
Hermanto menilai tindakan Israel yang memblokade bantuan kemanusiaan dari berbagai negara adalah bentuk pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan universal. Karena itu, ia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menindaklanjuti desakan 147 negara anggota agar genosida segera dihentikan, pasukan Israel ditarik dari Gaza, dan Palestina diakui sebagai negara merdeka dan berdaulat secara de jure.
Ia juga menolak keras keikutsertaan Israel dalam Kejuaraan Senam Dunia di Indonesia, yang dinilainya tidak pantas di tengah kejahatan kemanusiaan yang masih terus dilakukan di Gaza. Selain itu, Hermanto mendorong agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diadili di Mahkamah Internasional sebagai penjahat kemanusiaan.
Lebih jauh, Hermanto menyatakan dukungannya terhadap langkah diplomasi Presiden Prabowo Subianto, yang aktif memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui forum-forum dunia seperti PBB, OKI, Liga Arab, GCC, dan negara-negara Asia-Afrika.
Ia juga menilai pentingnya reformasi PBB dan penghapusan hak veto, agar keputusan lembaga tersebut lebih mencerminkan keadilan dan prinsip demokrasi global.
“Kami berharap komitmen Presiden Prabowo untuk mengirim 20.000 personel TNI ke Palestina benar-benar diwujudkan. Itu langkah konkret untuk menegakkan perdamaian dunia dan membela nilai-nilai kemanusiaan universal,” ujar Hermanto.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan kepada masyarakat Indonesia untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina, baik secara moral maupun material. Hermanto juga mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) agar menggerakkan doa bersama di seluruh masjid bagi kemerdekaan dan ketabahan rakyat Palestina. (*)
Baca Juga : Politik Anggaran Kita: Efisiensi Atau Ilusi