Milad ke-60 KAHMI 2026, KAHMI Jaya Awali Perayaan dengan Diskusi Green Economy
Jakarta, Kahmijaya.com — Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jaya mengawali rangkaian peringatan Milad ke-60 KAHMI tahun 2026 melalui Diskusi Publik bertema Green Economy dan Eco-City. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung KNPI DKI Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (21/10/2026), sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Diskusi publik ini mengangkat tema “Green Economy, Eco-City: Mengubah Pengurangan Karbon Menjadi Peluang Ekonomi dan Investasi untuk Memulihkan Ekosistem serta Menjaga Kelestarian Bumi”. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai tantangan lingkungan perkotaan, pengurangan emisi karbon, serta peluang pengembangan ekonomi hijau yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
KAHMI Jaya Dorong Kepedulian terhadap Lingkungan
Ketua Umum MW KAHMI Jaya, M. Ikhwan Ridwan, menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Ia menjelaskan bahwa isu lingkungan dipilih sebagai tema pembuka Milad ke-60 KAHMI karena relevan dengan tantangan pembangunan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Menurut Ikhwan, diskusi tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan keluarga besar KAHMI mengenai persoalan lingkungan sekaligus mendorong pemahaman terhadap berbagai solusi yang dapat dikembangkan bersama.
“Perayaan Milad KAHMI tahun ini menggelar diskusi terkait lingkungan, dilatarbelakangi oleh kondisi saat ini. Harapannya, keluarga besar KAHMI bisa lebih mengetahui banyak hal tentang tema yang dibahas,” ujar Ikhwan.
Sekretaris Jenderal Majelis Nasional KAHMI, Syamsul Qomar, turut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai pembahasan ekonomi hijau, pengurangan emisi karbon, investasi berkelanjutan, dan pemulihan ekosistem merupakan isu penting yang membutuhkan perhatian berbagai pihak.
Partisipasi unsur organisasi, kalangan profesional, dan pemangku kepentingan dalam forum ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan serta memperluas kontribusi KAHMI terhadap persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Menghadirkan Perspektif Lingkungan, Hukum, dan Investasi
Diskusi yang dimoderatori Effra Fayorisya ini menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang dan keahlian yang beragam. Mereka adalah MS Ka'ban, Menteri Kehutanan RI periode 2004–2009; Retno Setiowati dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta; Arfa Gunawan, pendiri AGP Law Firm; serta Yayang Ruzaldy dari PT ESGIN Global Partners.
Dalam pemaparannya, MS Ka'ban menyoroti pentingnya kolaborasi antara Jakarta dan wilayah penyangga untuk menangani persoalan lingkungan yang tidak dapat diselesaikan secara parsial. Kerja sama lintas wilayah dinilai penting untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih terpadu.
Sementara itu, Retno Setiowati membahas pendekatan pembangunan kawasan yang terintegrasi dengan transportasi publik. Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi tekanan terhadap lingkungan perkotaan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien.
Dari perspektif hukum, Arfa Gunawan menguraikan landasan konstitusional penerapan ekonomi hijau. Pembahasan ini menekankan pentingnya kerangka hukum dalam mendukung kebijakan lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan.
Adapun Yayang Ruzaldy menyoroti potensi nilai ekonomi karbon serta pemanfaatan ruang perkotaan untuk mendukung penghijauan. Pengembangan ekonomi karbon dinilai dapat membuka peluang investasi sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan, dengan tetap memperhatikan tata kelola dan manfaat jangka panjang.
Melalui diskusi ini, KAHMI Jaya mendorong agar isu lingkungan tidak hanya dipandang sebagai tanggung jawab ekologis, tetapi juga sebagai bagian dari agenda pembangunan ekonomi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Milad ke-60 KAHMI Dilanjutkan dengan Agenda Sosial
Ketua Panitia Milad ke-60 KAHMI Jaya, Selphiyarna, menjelaskan bahwa diskusi publik merupakan kegiatan pembuka dari rangkaian peringatan enam dekade KAHMI pada 2026.
“Kegiatan Diskusi Publik ini merupakan kegiatan pertama atau pembuka dari rangkaian kegiatan lainnya, yaitu donor darah, cek kesehatan gratis, jalan sehat, dan agenda lainnya. Kegiatan-kegiatan tersebut dalam rangka menyemarakkan HUT KAHMI ke-60,” kata Selphiyarna.
Rangkaian kegiatan tersebut direncanakan berlanjut dengan donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, jalan sehat, serta sejumlah agenda sosial lainnya.
Melalui peringatan Milad ke-60 ini, MW KAHMI Jaya berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memperkuat silaturahmi keluarga besar KAHMI, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan gagasan dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Diskusi Green Economy dan Eco-City menjadi langkah awal untuk memperluas dialog mengenai masa depan lingkungan perkotaan, peluang ekonomi berkelanjutan, serta pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga kelestarian bumi. (EF)
Baca Juga : Jalan Sehat KB HMI Jadi Momentum Rawat Persatuan Alumni di Tengah Perbedaan Politik